Contact Us

+628-177-909-7929

Bagaimana Cara Menghitung Kapasitas Kebutuhan PLTS?

Bagaimana Cara Menghitung Kapasitas Kebutuhan PLTS?

Dalam beberapa tahun terakhir, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) telah menjadi salah satu solusi energi yang populer di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya penggunaan energi terbarukan. Selain ramah lingkungan, PLTS menawarkan efisiensi biaya jangka panjang, sehingga banyak individu maupun perusahaan mulai beralih ke teknologi ini.

Namun, sebelum memutuskan untuk memasang PLTS, ada satu langkah yang sangat penting: menghitung kapasitas kebutuhan PLTS yang sesuai dengan kebutuhan energi Anda. Proses ini mungkin terdengar teknis, tetapi dengan pemahaman dasar yang tepat, siapa saja dapat melakukannya. Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis untuk menghitung kapasitas PLTS secara efektif, agar Anda dapat merancang sistem yang optimal dan hemat biaya.

Belum tahu apa itu PLTS? Klik di sini.

Menghitung Beban Listrik pada Properti

Total daya yang dibutuhkan sekarang adalah 30,520 Watt atau 30,52 kWh.

Dengan memahami beban kebutuhan listrik pada properti, kita dapat menghitung secara lebih akurat kapasitas energi yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Hal ini menjadi langkah penting dalam merencanakan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dengan data kebutuhan listrik yang jelas, kita tidak hanya bisa menentukan kapasitas panel surya yang optimal, tetapi juga memastikan efisiensi sistem dan penghematan biaya operasional di masa mendatang. 

Menghitung Luasan Area Atap

Untuk menentukan luas area atap yang diperlukan, kita perlu memperhitungkan kebutuhan energi listrik bulanan, kapasitas panel surya, dan kondisi lokasi. Misalnya, untuk menghasilkan daya sebesar 1000 kWh per bulan, kita dapat memulai dengan menghitung energi listrik harian, yaitu membagi kebutuhan bulanan dengan jumlah hari dalam sebulan. Hasilnya adalah sekitar 30 kWh per hari.

Selanjutnya, kita membagi energi harian ini dengan rata-rata irradiansi matahari harian, sekitar sebesar 5 jam efektif per hari. Maka, kapasitas sistem PLTS yang harus ada adalah 6,67 kWp. Dengan asumsi setiap panel surya memiliki kapasitas sebesar 450 Watt-peak (Wp), jumlah panel yang diperlukan dapat dihitung dengan membagi kapasitas total sistem dengan kapasitas per panel, menghasilkan sekitar 15 panel.

Setiap panel surya membutuhkan luas sekitar 2 meter persegi, sehingga total luas atap yang harus tersedia untuk 15 panel adalah sekitar 30 meter persegi. Luas ini cukup untuk menampung panel surya yang dapat menghasilkan energi listrik sesuai kebutuhan. Perlu diingat, hasil perhitungan ini bergantung pada efisiensi panel, orientasi, kemiringan atap, dan intensitas cahaya matahari di lokasi pemasangan.

Mengapa Bisa Hemat Tagihan Listrik?

Bagaimana Cara Menghitung Kapasitas Kebutuhan PLTS?

Sebagai contoh, pada suatu rumah yang menggunakan skema PLTS On-Grid, memiliki kebutuhan listrik bulanan sebesar 1000 kWh. Sebelum pemasangan PLTS, biaya yang dikeluarkan adalah:

  • 1000 kWh x Rp. 1.699/kWh = Rp. 1.699.000 per bulan

Setelah PLTS on-grid terpasang, sistem ini mampu menyuplai sekitar 600 kWh per bulan, sehingga kebutuhan listrik dari PLN berkurang menjadi:

  • 400 kWh x Rp. 1.699/kWh = Rp. 667.600 per bulan

Dengan berkurangnya konsumsi listrik PLN, tagihan bulanan turun secara signifikan:

  • Total hemat: Rp. 1.699.000 – Rp. 667.600 = Rp. 1.001.400 per bulan

Ingin tahu manfaat PLTS lebih jauh? Klik di sini.

Simpulan

Menghitung kapasitas kebutuhan PLTS dengan tepat adalah langkah awal yang penting untuk memastikan sistem dapat memenuhi kebutuhan listrik properti secara efisien. Dari perhitungan beban listrik, luas area atap, hingga potensi penghematan tagihan dengan PLTS On-Grid, kita bisa melihat bahwa pemasangan PLTS bukan hanya langkah menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga solusi efektif untuk menekan biaya listrik secara signifikan setiap bulannya.

Share Post :