Di tengah meningkatnya kebutuhan akan energi bersih, BPBD Pusdalops Bali telah mengambil langkah signifikan dengan mengadopsi panel surya sebagai sumber daya utama. Instalasi ini tidak hanya menjadi solusi hemat energi, tetapi juga mendukung operasional BPBD secara berkelanjutan dalam upaya penanggulangan bencana. Mengapa panel surya begitu penting untuk badan pemerintah? Bagaimana teknologi ini dapat memperkuat kesiapsiagaan bencana di Bali? Mari kita telusuri manfaat energi terbarukan yang kini menjadi contoh bagi instansi pemerintah lainnya.
Mengapa Badan Pemerintah harus Beralih ke Panel Surya?
Badan pemerintah, seperti BPBD Pusdalops Bali, perlu beralih ke panel surya untuk memenuhi target energi terbarukan dan meningkatkan efisiensi energi operasionalnya. Dengan potensi radiasi matahari harian di Bali yang mencapai 4,8 kWh/m², panel surya menjadi pilihan ideal untuk sumber energi yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Langkah ini mendukung kebijakan pemerintah dalam mencapai target energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025. Hal ini sesuai arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang PLTS Atap.
Untuk mengetahui lebih lanjut bisa buka tautan Kementerian ESDM.
Peraturan ini memfasilitasi penerapan PLTS Atap dengan mendorong pemanfaatan energi bersih dan menurunkan emisi gas rumah kaca. Dengan menerapkan sistem panel surya, BPBD Pusdalops Bali juga turut berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon yang signifikan. Kementerian ESDM menyebutkan bahwa target PLTS Atap dapat menurunkan emisi gas sebesar 4,58 juta ton CO2e pada tahun 2025. BPBD Pusdalops Bali yang mengadopsi teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi jejak karbon tetapi juga menjadi contoh bagi instansi pemerintah lainnya.
Proses Instalasi Panel Surya di BPBD Pusdalops, Bali


BPBD Pusdalops Bali menginstal Sistem PLTS On Grid berkapasitas 25.000 Wp, yang langsung terhubung ke jaringan listrik utama. Penempatan panel di area strategis memastikan paparan sinar matahari maksimal, mendukung operasional utama seperti perangkat komunikasi dan pusat data.
Sistem ini memungkinkan BPBD menggunakan energi surya saat siang dan beralih ke listrik jaringan di malam hari, sehingga menghemat biaya dan memastikan pasokan listrik stabil serta ramah lingkungan. Inisiatif ini menegaskan komitmen BPBD Bali terhadap keberlanjutan dan efisiensi dalam kesiapsiagaan bencana.
Buka tautan berikut untuk mengetahui cara mudah merawat panel surya: BTI Energy.
Manfaat Energi Terbarukan bagi Kesiapsiagaan Bencana
Penggunaan energi terbarukan seperti panel surya membawa manfaat besar bagi kesiapsiagaan bencana di BPBD Pusdalops Bali. Dengan potensi radiasi matahari di Bali sebesar 4,8 kWh/m² per hari, setiap meter persegi panel dapat menghasilkan 25 Watt listrik. Kapasitas terpasang 25.000 Wp di BPBD mampu mendukung operasional vital saat tanggap bencana.
Sistem PLTS juga menghemat biaya operasional listrik hingga 20-30% dibanding sumber energi konvensional, sehingga anggaran bisa dialokasikan pada kebutuhan darurat. Selain itu, BPBD turut mendukung target nasional pengurangan emisi 4,58 juta ton CO2e pada 2025, yang berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim yang mempengaruhi frekuensi bencana.
Simpulan
Instalasi panel surya 25.000 Wp di BPBD Pusdalops Bali mendukung kesiapsiagaan bencana yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan potensi radiasi tinggi di Bali, sistem ini menyediakan pasokan listrik andal dan menghemat biaya hingga 20-30%, memungkinkan alokasi anggaran ke kebutuhan darurat lainnya. Inisiatif ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, mendukung target nasional, dan menjadi contoh bagi instansi pemerintah untuk beralih ke energi terbarukan.







